C INFO Indonesia
C INFO Indonesia. CSTARMAN : 0818 889 198. Info Penting Seputar Kemajuan Teknologi Informasi dan Model Bisnis Pada Masa Depan.
Apakah Anda tahu kasus Dr. Warsito Purwo Taruno, M.Eng kelahiran Karanganyar - Surakarta yang menciptakan alat terapi kanker <Penemu Electro-Capacity Cancer Therapy (ECCT) atau Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) yaitu Ilmu teknologi antikanker> yang ditolak oleh banyak pihak termasuk pemerintah Indonesia dan akhirnya dikeluarkan Rompi Terapi Kanker dengan Made In Singapore? Sayang kesempatan ini dilepaskan oleh Indonesia. Warsito adalah salah seorang peneliti Indonesia yang pernah berkarier di Shizuoka University - Japan sebagai dosen. Alat yang berhasil diciptakan adalah Breast Cancer Electro Capacitive Therapy, Helmet Cancer Therapy, ada yang berbentuk korset, rompi, celana, masker, selimut dan masih banyak lagi.
Bagaimana dengan mobil listrik besutan Dahlan Iskan yang berujung masalah seperti: Dasep Ahmadi selaku Pendiri dan Direktur PT. Sarimas Ahmadi Pratama yaitu Pencipta Mobil Listrik EVINA & AHMADI, yang divonis 7 tahun penjara dan denda 17 milyar adalah contoh bahwa bangsa ini memiliki banyak penemu (inventor) yang tidak dihargai di bangsanya sendiri begitu pula dengan Mobil Listrik TUXUCI ciptaan Danet Suryanata yang berujung kandas di tengah jalan. Mobil listrik lainnya yang berujung tidak jelas juga terjadi untuk merek SELO dan GENDHIS ciptaan Ricky Elson dan Kupu-Kupu Malam.
Setelah menetap di Amerka Serikat, Pianis muda Indonesia, Joey Alexander (12 tahun), telah diakui dunia. "Joey Alender Diakui Dunia, Indonesia Kecolongan".
Kisah Muhammad Kusrin lulusan SD Pembuat TV Rakitan Murah yang digrebek Polda Jawa Tengah kemudian dipenjara dan ratusan TV miliknya dibakar oleh Kejaksaan tetapi dikagumi oleh Presiden Jokowi lalu ia dipanggil ke istana dan diberikan modal untuk usahanya oleh Presiden Jokowi.
Kreatifitas Dede Miftahul Anwar berusia 22 tahun dari Kampung Kerajan, Pabuaran, Kabupaten Subang yang menciptakan kompor berbahan bakar air sebagai pengganti kayu bakar karena tidak ada distribusi gas elpiji yang terkendala akses jalan yang sulit dilalui. Investor lokal belum terpanggil melihat potensi besar ini sedangkan investor asing lah yang tertarik.
Setelah 17 tahun meracik, Usman Patrik dari Cileunyi - Bandung berhasil ciptakan obat HIV/AIDS dari bahan sarang burung walet dengan merek "Mustika Alam" yang mana kalangan pemerintah dan organisasi di bawah naungan pemerintah selalu menghalangi ruang geraknya.
Di jaman Kabinet Kerja Jokowi yang ke-2 bulan Agustus 2019, obat kanker payudara karya 2 putri Dayak dari pohon Bajakah akan segera dipatenkan. Keberhasilan Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri dari SMA 2 Palangka Raya menemukan obat kanker payudara mendapat perhatian khusus dari Gubernur Kalteng Sugianto Sabran. Kedua putri Dayak tersebut meraih medali emas pada ajang World Invention Creativity (WICO) di Seoul, Korea Selatan. Pemprov Kalteng memberikan bantuan dana pembinaan, masing-masing mendapat Rp 30 juta dan juga bantuan dana kepada Yazid yaitu orang yang pertama kali memberikan ide kepada Aysa dan Anggi untuk penelitian Akar Bajakah sebagai obat kanker.
Naufal Raziq siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Langsa Aceh ini berhasil menemukan energi listrik dari pohon kedondong pagar. Naufal berhasil menciptakan listrik dengan sumber energi yang belum digunakan. Alangkah sayang jika bibit unggul ini tidak dikembangkan dalam skala dunia.
Pada tahun 2015, rumus matematika tersulit sedunia dan tidak terpecahkan selama 30 tahun yaitu "Persamaan Helmhltz" akhirnya berhasil dipecahkan oleh warga Tasikmalaya yaitu Yogi Ahmad Erlangga dimana ybs peraih gelar "cum laude" sarjana strata 1 dan 2 di Institute Teknologi Bandung (ITB). Yogi melanjutkan S3 di Belanda dan ia adalah dosen penerbangan di ITB dan ybs mendapatkan penghormatan penuh dari berbagai universitas terkemuka di Amerika, Eropa bahkan Israel. Banyak industri yang merasa terbantu dengan pemecahan rumus ini, mulai dari industri radar, penerbangan, kapal selam, penyimpanan data, aplikasi laser dan industri yang berhubungan dengan gelombang elektromagnetik.
============================== $$$ ==============================
Mari kita simak pandangan bagus berikut ini....
Pandangan Guru Besar Manajemen Universitas Indonesia Prof. Rhenald Kasali, Ph.D untuk Future Business di Indonesia dan Dunia.
Ekonomi Indonesia Hadapi Lawan-Lawan Tak Kelihatan
27 Des 2016
Proyeksi ekonomi Indonesia 2017 beserta angka-angka pertumbuhan, inflasi, lapangan kerja, peta investasi dan seterusnya sudah sering Saudara baca, Demikian juga ancaman dan peluang dari paska terpilihnya Donald Trump dan dunia yang semakin protektif. Kehidupan berusaha dan berprofesi di tahun-tahun mendatang juga tidak akan lebih mudah karena muncul peta yang sama sekali baru. Banyak hal-hal baru yang menakutkan incumbents hadir di depan mata. Salah satunya, proses penghancuran melalu inovasi, bisnis model dan disrupsi.
Lawan-Lawan Tak Kelihatan
Yang jelas para usahawan tengah menghadapi kompetisi baru yang identitasnya tak begitu kelihatan. Seperti Blue Bird dan Express yang kecolongan Grab dan Ubur. Lawan itu datang tanpa logo, tanpa pelat nomor kuning dan tak ada tulisan taksi. Tahu-tahu armada itu sudah besar dan menggerogoti penerimaan perusahaan. Akibatnya, Express rugi Rp 81 milyar per kuartal ketiga 2016, sedangkan Blue Bird turun dari Rp 625,42 milyar ke Rp 360 milyar pada kuartal ketiga 2016.
Pada 2016 akhir, kita juga mendengar banyak kalangan pemilik hotel yang menyatakan keinginan untuk exit dari industri ini per kuartal III 2016. Alasannya adalah kontraksi dana APBN yang membuat okupansi hotel untuk keperluan meeting pemerintah berkurang. Faktanya para traveler pemula (the millenials) tengah beralih dari hunian hotel ke penginapan-penginapan berbasiskan sharing economy, seperti Airbnb dan Couchsurfing. Di Bali, di sepanjang Jalan Sunset Road tumbuh rumah-rumah kos elite yang ditawarkan dengan pola ini. Belum lagi restoran-restoran yang kelak akan kehilangan pengunjung dengan tawaran-tawaran makan siangh atau malam bersama penduduk di rumah-rumah mereka melalui patform sharing economy.
Lantas bagaimana dengan produk sehari-hari? Ambil saja produk makanan. Sejak tahun 2009 konsumen kelas menengah dunia sudah mulai meninggalkan makanan dalam kemasan, beralih ke makanan segar dan organik. Di berbagai kota besar di Indonesia, kita saksikan rombongan tukang sayur bersepda motor semakin banyak mendatangi kawasan perumahan. Lalu toko buah-buahan segar dan sayuran tumbuh pesat. Di Amerika Serikat sendiri, sejak tahun itu 25 produsen utama makanan olahan telah kehilangan pendapatan sebanyak US$ 18 milliar.
Di Laut juga Berubah
Masalah dalam angkutan laut ternyata juga sama. Lagi-lagi banyak pihak salah membaca menyusul bangkrutnya raksasa Shipping Lines, Hanjin (Korea) yang menguasai pangsa pasar 3 persen dunia. Umumnya para analis menunjuk pelemahan pertumbuhan ekonomi dan melemahnya harga-harga komoditi dunia yang bahkan mengakibatkan harga kapal anjlok 60% dari harga semula. Akan tetapi, fenomena ini sebenarnya tak berbeda jauh dengan fenomena bisnis taksi sebab shipping company kini tak perlu lagi mempunyai kapal sendiri. Cukup menjadi operator saja. Jadi, order angkutan barang dari Kalimantan menjadi mahal kalau harus diangkut dengan kapal dari Jakarta. Kini operator cukup mengontak kapal-kapal yang ada di dekat lokasi yang pasti lebih murah. Dengan strategi ini, Djakarta Llyod yang dulu juga sempat terancam bangkrut antara 2008-2013 rugi terus dengan total Rp 554 milyar, kini sudah kembali sehat dengan catatan keuangan di tahun 2016 mampu menorehkan laba bersih Rp 40 milyar, sebagai operator company. Gerak perusahaan operator ini memang tak kelihatan dan begitu luas di seluruh industri dan sektor, tetapi selalu disangkal incumbent, Padahal, perubahan ini seudah mengikuti Hukum Moore yang terjadi secara eksponensial, supercepat.
Saya harap bulan depan Anda sudah bisa membaca kajiannya dalam buku saya yang berjudul Disruption. "Sekalipun Anda incumbent, dan menghadapi lawan-lawan tak kelihatan, cegah kehancuran sekarang juga." Saya harap Anda bersabar dulu. Jadi ini adalah sebuah era yang membutuhkan disruptive regulation, disruptive mindset dan disruptive marketing.
Mari Kita Kenali Ciri-Cirinya
Pertama, teknologi mengubah kita semua dari peradaban time series mejadi real time. Time series statistic menghasilkan indikator-indikator lagging (ketinggalan). Ia menghitung dengan benar, tetapi basis datanya adalah masa lalu. Peradaban real bisa menghasilkan indikator-indikator kekinian (current indicator), saat ini yaitu saat kita menghadapinya sehingga lebih relevan untuk membuat keputusan. Ini tentu berkat teknologi big data analytics.
Kedua, dulu untuk berbisnis, Anda harus memilikinya sendiri. Kini Anda bisa saling memanfaatkan resources.
Ketiga, dulu teknologi tak memungkinkan kesegeraan. Kita semua harus antri (on the lane), sabar dan rela menunggu. Kini, Anda hidup dalam on demand economy. Jarak sudah mati, stock, data dan armada sudah dipindahkan ke dekat lokasi yang membutuhkannya. Teknologi dan algoritma data besar memungkinkan bagi kita untuk melakukannya.
Keempat, kurva supply-demand yang dulu Anda pelajari adalah permintaan dan penawaran tunggal. Kini kita hidup dalam dunia apps yang pada saat bersamaan dikerjakan oleh puluhan bahkan ribuan jejaring.
Kelima, musuh-musuh Anda (kompetitor) sudah tidak lagi kelihatan. Mereka langsung masuk ke sasaran-sasaran utama, kepada konsumen, door to door, langsung, seperti Uber yang tak kelihatan, tak berbendera tak bertanda apa-apa.
Sekali lagi, sejak dunia mengenal Hukum Moore, disruption ini bersifat eksponesial, bukan linear. Artinya supercepat. Bayangkan apa jadinya kalau Anda terlalu lama membuat keputusan design perusahaan rigid dan statik dan pegawai Anda bermental passenger?
Selamat Tahun Baru, 2017, Happy Holiday.
Rhenald Kasali
Guru Besar Ilmu Manajemen UI
@Rhenaldkasali
to be continue...
Apakah Anda tahu dengan Dr. Khoriul Anwar kelahiran Kediri yaitu Penemu 4G LTE (Long Term Evolution) yang berkembang menjadi VoLTE (Voice over LTE)? Dr. Khoirul adalah Pencipta dari OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) yang akhirnya dimanfaatkan oleh perusahaan elektronik besar di Jepang untuk terobosan 3G ke 4G bahkan dimadu oleh perusahaan raksasa telekomunikasi China, Huawei Technology.
Bagaimana dengan mobil listrik besutan Dahlan Iskan yang berujung masalah seperti: Dasep Ahmadi selaku Pendiri dan Direktur PT. Sarimas Ahmadi Pratama yaitu Pencipta Mobil Listrik EVINA & AHMADI, yang divonis 7 tahun penjara dan denda 17 milyar adalah contoh bahwa bangsa ini memiliki banyak penemu (inventor) yang tidak dihargai di bangsanya sendiri begitu pula dengan Mobil Listrik TUXUCI ciptaan Danet Suryanata yang berujung kandas di tengah jalan. Mobil listrik lainnya yang berujung tidak jelas juga terjadi untuk merek SELO dan GENDHIS ciptaan Ricky Elson dan Kupu-Kupu Malam.
Setelah menetap di Amerka Serikat, Pianis muda Indonesia, Joey Alexander (12 tahun), telah diakui dunia. "Joey Alender Diakui Dunia, Indonesia Kecolongan".
Kisah Muhammad Kusrin lulusan SD Pembuat TV Rakitan Murah yang digrebek Polda Jawa Tengah kemudian dipenjara dan ratusan TV miliknya dibakar oleh Kejaksaan tetapi dikagumi oleh Presiden Jokowi lalu ia dipanggil ke istana dan diberikan modal untuk usahanya oleh Presiden Jokowi.
Kreatifitas Dede Miftahul Anwar berusia 22 tahun dari Kampung Kerajan, Pabuaran, Kabupaten Subang yang menciptakan kompor berbahan bakar air sebagai pengganti kayu bakar karena tidak ada distribusi gas elpiji yang terkendala akses jalan yang sulit dilalui. Investor lokal belum terpanggil melihat potensi besar ini sedangkan investor asing lah yang tertarik.
Setelah 17 tahun meracik, Usman Patrik dari Cileunyi - Bandung berhasil ciptakan obat HIV/AIDS dari bahan sarang burung walet dengan merek "Mustika Alam" yang mana kalangan pemerintah dan organisasi di bawah naungan pemerintah selalu menghalangi ruang geraknya.
Di jaman Kabinet Kerja Jokowi yang ke-2 bulan Agustus 2019, obat kanker payudara karya 2 putri Dayak dari pohon Bajakah akan segera dipatenkan. Keberhasilan Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri dari SMA 2 Palangka Raya menemukan obat kanker payudara mendapat perhatian khusus dari Gubernur Kalteng Sugianto Sabran. Kedua putri Dayak tersebut meraih medali emas pada ajang World Invention Creativity (WICO) di Seoul, Korea Selatan. Pemprov Kalteng memberikan bantuan dana pembinaan, masing-masing mendapat Rp 30 juta dan juga bantuan dana kepada Yazid yaitu orang yang pertama kali memberikan ide kepada Aysa dan Anggi untuk penelitian Akar Bajakah sebagai obat kanker.
Naufal Raziq siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Langsa Aceh ini berhasil menemukan energi listrik dari pohon kedondong pagar. Naufal berhasil menciptakan listrik dengan sumber energi yang belum digunakan. Alangkah sayang jika bibit unggul ini tidak dikembangkan dalam skala dunia.
Pada tahun 2015, rumus matematika tersulit sedunia dan tidak terpecahkan selama 30 tahun yaitu "Persamaan Helmhltz" akhirnya berhasil dipecahkan oleh warga Tasikmalaya yaitu Yogi Ahmad Erlangga dimana ybs peraih gelar "cum laude" sarjana strata 1 dan 2 di Institute Teknologi Bandung (ITB). Yogi melanjutkan S3 di Belanda dan ia adalah dosen penerbangan di ITB dan ybs mendapatkan penghormatan penuh dari berbagai universitas terkemuka di Amerika, Eropa bahkan Israel. Banyak industri yang merasa terbantu dengan pemecahan rumus ini, mulai dari industri radar, penerbangan, kapal selam, penyimpanan data, aplikasi laser dan industri yang berhubungan dengan gelombang elektromagnetik.
============================== $$$ ==============================
Mari kita simak pandangan bagus berikut ini....
Ekonomi Indonesia Hadapi Lawan-Lawan Tak Kelihatan
27 Des 2016
Proyeksi ekonomi Indonesia 2017 beserta angka-angka pertumbuhan, inflasi, lapangan kerja, peta investasi dan seterusnya sudah sering Saudara baca, Demikian juga ancaman dan peluang dari paska terpilihnya Donald Trump dan dunia yang semakin protektif. Kehidupan berusaha dan berprofesi di tahun-tahun mendatang juga tidak akan lebih mudah karena muncul peta yang sama sekali baru. Banyak hal-hal baru yang menakutkan incumbents hadir di depan mata. Salah satunya, proses penghancuran melalu inovasi, bisnis model dan disrupsi.
Lawan-Lawan Tak Kelihatan
Yang jelas para usahawan tengah menghadapi kompetisi baru yang identitasnya tak begitu kelihatan. Seperti Blue Bird dan Express yang kecolongan Grab dan Ubur. Lawan itu datang tanpa logo, tanpa pelat nomor kuning dan tak ada tulisan taksi. Tahu-tahu armada itu sudah besar dan menggerogoti penerimaan perusahaan. Akibatnya, Express rugi Rp 81 milyar per kuartal ketiga 2016, sedangkan Blue Bird turun dari Rp 625,42 milyar ke Rp 360 milyar pada kuartal ketiga 2016.
Pada 2016 akhir, kita juga mendengar banyak kalangan pemilik hotel yang menyatakan keinginan untuk exit dari industri ini per kuartal III 2016. Alasannya adalah kontraksi dana APBN yang membuat okupansi hotel untuk keperluan meeting pemerintah berkurang. Faktanya para traveler pemula (the millenials) tengah beralih dari hunian hotel ke penginapan-penginapan berbasiskan sharing economy, seperti Airbnb dan Couchsurfing. Di Bali, di sepanjang Jalan Sunset Road tumbuh rumah-rumah kos elite yang ditawarkan dengan pola ini. Belum lagi restoran-restoran yang kelak akan kehilangan pengunjung dengan tawaran-tawaran makan siangh atau malam bersama penduduk di rumah-rumah mereka melalui patform sharing economy.
Lantas bagaimana dengan produk sehari-hari? Ambil saja produk makanan. Sejak tahun 2009 konsumen kelas menengah dunia sudah mulai meninggalkan makanan dalam kemasan, beralih ke makanan segar dan organik. Di berbagai kota besar di Indonesia, kita saksikan rombongan tukang sayur bersepda motor semakin banyak mendatangi kawasan perumahan. Lalu toko buah-buahan segar dan sayuran tumbuh pesat. Di Amerika Serikat sendiri, sejak tahun itu 25 produsen utama makanan olahan telah kehilangan pendapatan sebanyak US$ 18 milliar.
Di Laut juga Berubah
Masalah dalam angkutan laut ternyata juga sama. Lagi-lagi banyak pihak salah membaca menyusul bangkrutnya raksasa Shipping Lines, Hanjin (Korea) yang menguasai pangsa pasar 3 persen dunia. Umumnya para analis menunjuk pelemahan pertumbuhan ekonomi dan melemahnya harga-harga komoditi dunia yang bahkan mengakibatkan harga kapal anjlok 60% dari harga semula. Akan tetapi, fenomena ini sebenarnya tak berbeda jauh dengan fenomena bisnis taksi sebab shipping company kini tak perlu lagi mempunyai kapal sendiri. Cukup menjadi operator saja. Jadi, order angkutan barang dari Kalimantan menjadi mahal kalau harus diangkut dengan kapal dari Jakarta. Kini operator cukup mengontak kapal-kapal yang ada di dekat lokasi yang pasti lebih murah. Dengan strategi ini, Djakarta Llyod yang dulu juga sempat terancam bangkrut antara 2008-2013 rugi terus dengan total Rp 554 milyar, kini sudah kembali sehat dengan catatan keuangan di tahun 2016 mampu menorehkan laba bersih Rp 40 milyar, sebagai operator company. Gerak perusahaan operator ini memang tak kelihatan dan begitu luas di seluruh industri dan sektor, tetapi selalu disangkal incumbent, Padahal, perubahan ini seudah mengikuti Hukum Moore yang terjadi secara eksponensial, supercepat.
Saya harap bulan depan Anda sudah bisa membaca kajiannya dalam buku saya yang berjudul Disruption. "Sekalipun Anda incumbent, dan menghadapi lawan-lawan tak kelihatan, cegah kehancuran sekarang juga." Saya harap Anda bersabar dulu. Jadi ini adalah sebuah era yang membutuhkan disruptive regulation, disruptive mindset dan disruptive marketing.
Mari Kita Kenali Ciri-Cirinya
Pertama, teknologi mengubah kita semua dari peradaban time series mejadi real time. Time series statistic menghasilkan indikator-indikator lagging (ketinggalan). Ia menghitung dengan benar, tetapi basis datanya adalah masa lalu. Peradaban real bisa menghasilkan indikator-indikator kekinian (current indicator), saat ini yaitu saat kita menghadapinya sehingga lebih relevan untuk membuat keputusan. Ini tentu berkat teknologi big data analytics.
Kedua, dulu untuk berbisnis, Anda harus memilikinya sendiri. Kini Anda bisa saling memanfaatkan resources.
Ketiga, dulu teknologi tak memungkinkan kesegeraan. Kita semua harus antri (on the lane), sabar dan rela menunggu. Kini, Anda hidup dalam on demand economy. Jarak sudah mati, stock, data dan armada sudah dipindahkan ke dekat lokasi yang membutuhkannya. Teknologi dan algoritma data besar memungkinkan bagi kita untuk melakukannya.
Keempat, kurva supply-demand yang dulu Anda pelajari adalah permintaan dan penawaran tunggal. Kini kita hidup dalam dunia apps yang pada saat bersamaan dikerjakan oleh puluhan bahkan ribuan jejaring.
Kelima, musuh-musuh Anda (kompetitor) sudah tidak lagi kelihatan. Mereka langsung masuk ke sasaran-sasaran utama, kepada konsumen, door to door, langsung, seperti Uber yang tak kelihatan, tak berbendera tak bertanda apa-apa.
Sekali lagi, sejak dunia mengenal Hukum Moore, disruption ini bersifat eksponesial, bukan linear. Artinya supercepat. Bayangkan apa jadinya kalau Anda terlalu lama membuat keputusan design perusahaan rigid dan statik dan pegawai Anda bermental passenger?
Selamat Tahun Baru, 2017, Happy Holiday.
Rhenald Kasali
Guru Besar Ilmu Manajemen UI
@Rhenaldkasali
to be continue...
ulasan yg tidak bisa dimengerti dan tidak masuk akal... memang Cstar sudah membuat start up apa ya... hahaha
ReplyDeleteWebsite aja pake yang gratiaan blogspot...
ReplyDeletewww.cstar-world.com
Delete